Ngglodok-Nganjuk
Bukan hanya jarak yang harus aku tempuh untuk
berjumpa denganmu,dengan mata yang selalu hidup saat memandangku.Dan kamu
tahukah?Ternyata Ngglodok-Nganjuk sangatlah jauh.Dibandingkan dengan jarak kota
lain,Nganjuk adalah yang terjauh.Kenapa?Karena dalam perjalananku,aku tak bias
mencoba beralih pikiran darimu.Itu terasa sangat melelahkan,tapi tak bias ku
hentikan.Entahlah.
Sebuah perjalanan mengenang tentang kita,jejak kaki kita.Aku merasakan
kenangan itu hidup kembali saat aku melewati jalanan kota yang pernah kita
lewati.Berjalan kaki.Aku seperti melihat kita,dan apa yang kita lakukan di
sana.Ngglodok, Maospati, Madiun(jembatan, terminal), Caruban, Saradan(tempat
pertama kita …), Nganjuk(terminal), Sukomoro(tentang bawang yang super besar,
kehujanan), dan yang terakhir di Baron(lebih ke timur sedikit tempat rahasia
kita).
Aku bahagia.Aku bahagia karena telah
melewati jalan-jalan itu.Bersamamu.Membuat semuanya bermakna.Walaupun hanya
tentang bawang merah, nasi pecel tumpang yang menurutku tidak lebih enak dari
pecel madiun, namun kau selalu membantahnya.Semua itu terasa menakjubkan.
Aku mencintaimu.
Ngglodok-Nganjuk.Juga tentang kesetiaan
kita.Dengan pilihan menanti atau pergi, dan kita selalu memilih untuk menanti
sampai entah kapan.Menanti keputusan, apakah kita harus bersama ataukah
berpisah.Bagaimanapun akhirnya, bejanjilah padaku kau akan bahagia.Kita akan
bahagia.
embun pada MouMou
22 Juni 2013
No comments:
Post a Comment